Minggu, 22 Februari 2009

Penyiksaan Diri

Penyiksaan diri yg paling kejam adalah bermimpi besar tapi melakukan penundaan tindakan. (Mario Teguh)


Kalimat itu saya dengar di acara metrotv tadi malam. Pak Mario Teguh adalah salah satu favorit saya. Beliau adalah salah satu orang besar yg menurut saya diberkati oleh Allah dengan hati yg bersih dan pikiran jernih. Kata katanya (agak) njlimet. Tapi sangat mengena ke kehidupan sehari hari.

Saya cerna kata kata itu, dan saya putuskan, saya ga boleh menyiksa diri. Karena mimpi saya yg besar.

Rabu, 18 Februari 2009

Ujian Pengusaha

Saya dapat orderan dari komunitas ponsel besar. Jumlahnya lumayan, sekitar 130 potong kaos. Tapi saya tidak sendirian, ada konveksi saingan. Hayulah. Karena saya yakin dengan konveksi saya, kualitas mah, berani diadu. Tapi malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Ada masalah dengan konveksi saya. Masalah internal, dan saya sebagai 'konsumen' tidak berdaya. Sedangkan panitia telah berbaik hati. Sample dari saya, telat hampir 2 minggu lamanya. Saya sudah pasrah, gagal!

Tapi, ternyata memang, kualitas tidak bisa bohong, saya diberi kesempatan sekali lagi. Karena kualitas yg dianggap lebih baik, saya diminta untuk revisi lagi beberapa detail yg hilang. Tapi dengan catatan, karena pernah dikecewakan masalah tenggat waktu sampel. Siap bos!! Semangat kembali membara, ini sudah diberi kesempatan kedua lho, second chance lho. Harus bisa. Tapi kembali, malang tak dapat ditolak, untung tak dapat ditolak, part II. Kembali ada masalah internal di konveksi. Hari H belon ada kabar juga. Otak berpikir keras, liat di hp ada list owner konveksi besar di bandung. Ah, ga ada salahnya nyoba, nothing to lose.

Ternyata bos besar sangat welcome, saya disuruh contact dengan staf nya. Janji ketemu, janji bikin proofing, tapi karena hari itu sabtu, baru bisa dikerjakan senen, dan beres hari rabu. No problem, segera kontak panita forum, memberitahukan secara jujur kesulitan saya. Mereka welcome. Jujur memang lebih baik dari pada sembunyi, demikian saran dari temen temen mastermind bandung.

Hari H, batas waktu terakhir. Ternyata memang desainnya rada ribet, sampel yg dijanjikan belum beres sampai siang hari, tapi dijanjikan sore akan jadi. Dan, memang sore harinya jam 5, pak Udin datang membawa sampel. Hasilnya keren pisan!! Saya langsung yakin, ini pasti lolos. Segera foto hasilnya, trus kirim ke email panita forum. Saya sms ke panitia, sampel saya kirim malem ini, besok nyampe. Langsung ke travel Baraya, untuk kirim samplenya ke jakarta, tapi karena sudah malam, baru akan dikirim besoknya. No problem, saya toh sudah ngomong kemaren ke panitia, sample akan jadi rabu, dan dikirim maksimal kamis sudah sampai. Jadi saya ga menyalahi janji saya. Kali ini.

Semangat sekali saya malam itu. Jam 3 subuh pun sudah terbangun. Ngoprek bikin desain kartu nama untuk milad tda. Pagi saya cek ke fb, ada message konfirmasikah? Saya cek email, ada email konfirmasikah? Soalnya sms saya pun tidak dibalas oleh panitia. Nihil, no message. Saya iseng cek ke forum, beug. Ternyata panitia telah mengambil keputusan, mengambil jasa konveksi saingan. Saya liat foto samplenya, hmm.. masih lebih bagus hasil yg di kirim saya malam kemaren. Dan ada tulisan yg bikin saya berasa sampe ke dalam sanubari :

"untuk konveksi 2 (red: maksudnya saya) saya akan anggap skip karena agak sulit diandalkan berhubung sering tidak ada kabar."

Pagi ini langsung saya lunglai. Beda 180 derajad dari tadi malam. Pikiran ga tenang. Saya wudhu, trus sholat sunah. Mohon ketenangan dari Allah. Karena apa? Karena saya sudah terbayang bayang potensi untungnya, sepertiga gaji saya sebulan! Karena saya sudah itung itung untung itu mo diputerin lagi untuk mewujudkan usaha lain. Karena semua itu gagal karena saya pun ga berdaya waktu konveksi pertama, mengundur undur waktu tanpa berita. Fiuh.. semua alasan pembelaan diri keluar, semua kesalahan pihak lain yg menggagalkan muncul.

Tapi setelah saya tenang, saya mulai berfikir, jika ini ga terjadi, saya telah melewati kesempatan latihan mental sebagai pengusaha. Kalau saja konveksi pertama lancar lancar saja, saya ga akan punya keberanian untuk menghubungi konveksi terbesar di bandung. Jadi ngerti kalo projek harus punya backup. Kita ga bisa hanya mengandalkan satu pihak. Jadi tambah kenalan pak Udin yg baik. Punten pak, projek yg ini blon rejeki saya, insyaAllah ada projek besar-projek besar yg lainnya. Amin

Dody Unkleblass

Jumat, 13 Februari 2009

EU : Jaya Setiadi, Hotel Mitra, 13 Februari 09

Kembali saya telat datang ke mentoring EU. Tapi tetap bersemangat, karena mentornya kali ini adalah pak Jaya Setiadi. Owner Entrepreneur Camp, dan Young Entrepreneur Academy. Beliau juga sebagai penasehat di Internity.

Pak Jaya memaparkan tentang ilmu kepepet. Gaya penyampaiannya penuh dengan humor. Sehingga mentoring menjadi ramai dengan teriakan dan tepukan tangan. Dibuat simulasi gimana kalau orang kepepet maka pikirannya akan semakin kreatif mencari jalan keluar.

Apa yg kita takuti untuk memulai usaha? Karena kita mulai dengan ga punya apa-apa, maka seandainya gagal pun tidak akan kehilangan apa apa. Karena kebanyakan dari kita sudah punya ilmunya. Yang kurang adalah keberanian kita untuk ambil tindakan, ambil action. Karena usaha yg terbaik adalah usaha yg dijalankan, bukan yg terus terusan ditanyakan.

Selalu pancarkan energi positif dari pemancar pikiran kita, maka itu akan mengaktifkan hal yg positip yg akan terjadi pada kita. Jangan biarkan 'karat' di pemancar kita. Bebaskan semua 'belenggu' pengalaman buruk, ketakutan, kemalasan dan lain sebagainya.

Kadang kita adalah orang yg terlalu takut ditipu. Tidak bisa percaya pada orang. Tidak bisa mendelegasikan pekerjaan kita. Kata pak Jaya, tidak perlu takut. Justru karena itu kita bisa tau sampai di mana kualitas orang tersebut. Tetap berpikiran positip. Kalau emang belon berhasil, coba terus, habiskan 'jatah' badlucknya. Karena setiap usaha selalu ada masa surutnya, tidak hanya pasang terus.

Jadilah kreatif.

MM : Republik Kuliner 13 February 09

Jam 5 saya berangkat dari kantor. Samp di republik kuliner sekitar 15menit kemudian. Cuman saya musti ke gramed dulu, buat beli pesanan buku istri saya, Quantum Ikhlas. Buku itu buat temennya yg 'lulus' dari kantornya dan melanjutkan 'kuliah' sebagai PNS. Sampai di RK, pak Kiki juga baru datang. Menyusul Awan, dan Bagus. Kang Pendy ijin karena anaknya yg sedang sakit. Demikian juga kang Yusuf. Bu Dewi dan pak Nano datang belakangan. Presiden Republik Kuliner, kang Agah juga menyempatkan diri untuk gabung setelah sholat magrib. Tapi karena kesibukan protokolernya, beliau tidak bisa bergabung lama. Hehehehe...

Dimulai dengan wifel(?). Awan sedang ada happy problem, sedang mencari shipping pesanan batiknya ke Saudi Arabia. Saya pun alhamdullilah dengan happy problem, yaitu pembuatan sample kaos yg tertunda. Pak Kiki ada winning, karena alhamdullilah target omsetnya sudah tercapai di pertengahan bulan. Begitu juga dengan Bagus, yg minggu lalu masih meraba mau fokus di bisnis mana, sekarang sudah menemukan bentuknya, webdesain-hosting dan internet marketing solution. Selain juga bisnis selimut jepangnya. Bu Dewi dan pak Nano sedang menunggu hasil uji coba reaktor hidrogennya di armada client jakarta, selain itu juga marketing untuk tas laptop dan blackberrynya.

Setelah sharing dan saling memberi masukkan, kita mulai membahas PR minggu lalu kita. Yg pertama adalah bagaimana menaikkan lead ke website kita. Ada beberapa masukkan program menaikkan lead, antara lain
1. Pasang iklan baris di tabloid.
2. Pasang alamat url di signature email dan facebook.
3. Beli banner di iklan baris online
4. Saling tukar link di website teman.

Untuk berjualan di internet, perlu kita tampilkan personal branding kita. Siapa sih kita? Karena dengan itu, maka buyer akan lebih percaya pada kita. Contoh yg bagus adalah blog pak Roni Yuzirman dan pak Hadi Kuntoro. Ada keterikatan emosi karena pembaca blog mengikuti perjalanan bisnis dari pemilik blog.

Untuk pengiriman, jasa kantor Pos perlu dipertimbangkan. Karena selain harganya murah, juga mencapai ke pelosok Indonesia. Selain itu jasa yg lain misalnya ESL Lorena, atau TIKI.

Perlu juga mencari info ukm di KADIN. Karena di sanalah berkumpul ukm ukm yg potensial.

Dody

Jumat, 06 Februari 2009

EU : Pak Hanhan, Baltika, 6 Feb 09

Saya agak telat sampe ke mentoring eu kali ini. Selain emang ga ada pemberitahuan khusus dari panitia, mungkin karena 'kelas jatah' saya emang sudah abis, saya juga abis ikutan mastermind bandung yg pertamax. Sampai di tempat sudah jam 20.00 lewat. Kelewat deh acara perkenalan mentornya. Tapi dari panitia di depan diberitahukan bahwa mentornya pak HanHan.

Sampai di dalam, pak Hanhan, sedang menunjukkan foto foto propertynya. Masih muda banget. Dan sangat sederhana. Seperti katanya, sebenarnya hidup kita itu murah, untuk makan saja sehari 10rb kali 3 cuman 30rb. Untuk kost ada yg 300rb kasarnya. Yg mahal itu adalah gaya hidup kita. Kalo misal kita butuh hp terbaru, mobil teranyar, tivi tergress ^_^

Bisnis pak Hanhan adalah dagang mi. Mi terasi. Juga diceritakan bagaimana trik beriklan yg gratis. Usaha beliau telah diliput hampir seluruh tivi indonesia, termasuk tivi lokal bandung. Caranya? Undang para reporter, wartawan untuk makan gratis. Tapi minta untuk diliput, dan emang bener banyak yg mau meliput. Win win solution. Karena mereka pun butuh bahan untuk liputan. Tentunya produk kita emang harus punya keunikan. Kalau biasa biasa aja, yah.. dilewat atuh. Hehehe.... Selain mi, bisnisnya juga ada busana muslim, dan loundry. Usahakan setiap jengkal rumah kita, yg notabene di kuliahin, harus menghasilkan uang, untuk membiayai 'biaya kuliahnya' sendiri.

Saya ga bisa ikutan keseluruhan acara, karena harus segera mencari warnet untuk mengecek info burger. Tapi beberapa point yg saya catet adalah :
1. Jangan berbisnis dengan manusia, tapi berbisnislah dengan Tuhan. Jadi gampangnya jangan terlalu hitungan, karena insya Allah balasan dari Tuhan jauh dan jauh lebih dari cukup untuk kita.
2. Kalau berdoa, janganlah hanya memohon rejeki untuk kita, tapi mohonlah rejeki yg cukup untuk orang orang di sekitar kita juga. Orang tua, keluarga, karyawan kita, keluarga karyawan kita. Tentunya rejeki yg dijatahkan oleh Tuhan akan lebih besar porsinya. Tapi ingat, ada hak orang lain di sana.
3. Bersilahturahm dengan orang tua. Ga perlu 'nyegik' hehehe.. Datanglah ke orang tua, kalau perlu, setiap hari. Mohon maaf, dan minta doa. Karena doa orang tua, terutama ibu adalah yg terindah.

Sayang saya ga bisa mengikuti lebih lama lagi, tapi setidaknya malam ini saya mendapatkan beberapa point yg hebad. Point yg menyadarkan dan menguatkan langkah saya untuk menjadi seorang pengusaha. Amin.

Dody